Di era digital yang semakin berkembang pesat, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai sektor bisnis menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Salah satu sektor yang semakin merasakan dampak positif dari teknologi ini adalah digital marketing. Untuk mendorong pemanfaatan teknologi canggih ini, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) melalui Program Industri 4.0 (PIDI 4.0) bersama Asosiasi Pengguna AI (APAI) meluncurkan pelatihan Digital Marketing Berbasis AI, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja di Indonesia dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Mengapa Digital Marketing dan AI Penting? Digital marketing adalah salah satu cara terbaik untuk menjangkau konsumen di era serba digital ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, bisnis kini bisa lebih efisien dalam memasarkan produk dan layanan mereka. AI memungkinkan analisis data secara mendalam, personalisasi pengalaman pelanggan, serta automasi dalam berbagai aspek pemasaran digital seperti iklan, konten, dan analitik. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana teknologi AI dapat diterapkan dalam strategi digital marketing, serta bagaimana hal itu dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kampanye pemasaran. Kolaborasi Kemenperin PIDI4.0 dan APAI: Meningkatkan Kompetensi Digital Marketing di Indonesia Melalui kerjasama antara Kemenperin PIDI4.0 dan Asosiasi Pengguna AI (APAI), pelatihan ini menawarkan kesempatan bagi para profesional, pelaku bisnis, dan mahasiswa untuk mempelajari cara memanfaatkan kecerdasan buatan dalam digital marketing. Kemenperin sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada peningkatan daya saing industri Indonesia di kancah global, bersama dengan APAI yang menggerakkan pemanfaatan AI di berbagai sektor, memiliki visi yang sama dalam mendorong transformasi digital. Pelatihan ini meliputi berbagai topik penting seperti: Dasar-dasar Digital Marketing: Peserta akan diajarkan tentang konsep-konsep dasar digital marketing, termasuk SEO (Search Engine Optimization), pemasaran melalui media sosial, email marketing, dan konten digital. Penerapan AI dalam Digital Marketing: Peserta akan belajar bagaimana AI dapat digunakan untuk mengoptimalkan kampanye iklan digital, mempersonalisasi pengalaman pengguna, dan menganalisis data konsumen untuk menghasilkan keputusan yang lebih tepat. Automasi dan Personalisasi dengan AI: Bagaimana AI dapat membantu dalam mengotomatisasi berbagai tugas pemasaran, serta cara menciptakan pengalaman yang lebih relevan dan personal bagi konsumen. Analitik dan Pengukuran Kinerja: Menggunakan AI untuk memproses dan menganalisis data pemasaran, serta cara mengukur dan meningkatkan kinerja kampanye digital marketing. Manfaat Pelatihan untuk Peserta Peserta pelatihan ini akan mendapatkan keuntungan besar, di antaranya: Peningkatan Kompetensi: Peserta akan memperoleh keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi AI untuk digital marketing, yang akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Peluang Karir yang Lebih Luas: Dengan berkembangnya industri digital, kebutuhan akan ahli digital marketing yang mahir dalam AI semakin tinggi. Pelatihan ini membuka peluang bagi peserta untuk berkarir di sektor teknologi dan pemasaran. Meningkatkan Efektivitas Bisnis: Pelatihan ini akan membantu pelaku bisnis memahami cara memanfaatkan AI untuk meningkatkan ROI (Return on Investment) dari kampanye pemasaran mereka. Akses ke Jaringan Profesional: Peserta akan memiliki kesempatan untuk bergabung dengan komunitas pengguna AI dan membangun koneksi dengan para ahli di bidangnya. Kesimpulan Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI yang diselenggarakan oleh Kemenperin PIDI4.0 dan Asosiasi Pengguna AI merupakan langkah strategis untuk mendorong Indonesia menuju masa depan digital yang lebih maju. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, para peserta tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga kemampuan untuk mengimplementasikan teknologi canggih ini dalam strategi digital marketing mereka. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi para profesional dan pelaku bisnis yang ingin tetap relevan dan kompetitif di pasar yang semakin digital. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini dan menjadi bagian dari perubahan besar dalam dunia pemasaran digital di Indonesia! Baca Juga : Akselerasi AI, Kemkominfo Tekankan Pentingnya Transfer Teknologi dan Ilmu Pengetahuan
Akselerasi AI, Kemkominfo Tekankan Pentingnya Transfer Teknologi dan Ilmu Pengetahuan
Saat ini Pemerintah berupaya mengoptimalkan teknologi untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi bangsa. Dalam akselerasi pengembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menekankan arti penting tata kelola dengan prinsip transfer of technology dan transfer of knowledge. “Agar Indonesia (dan negara berkembang lainnya) sebagai Developer AI terlibat dalam supplychain AI global,” tandasnya dalam pidato sambutan Acara Google AI Untuk Indonesia Emas di Jakarta Pusat, Senin 3 Juni lalu. Menurut Menteri Budi Arie prinsip transfer of technology dan transfer of knowledge akan menjadikan semua warga negara dapat memanfaatkan teknologi AI. “Transfer of technology artinya memastikan akses terhadap teknologi AI yang terjangkau oleh Indonesia dan negara berkembang lainnya. Sedangkan transfer of knowledge yakni memastikan pengetahuan dalam proses produksi, pembuatan kebijakan, dan pemanfaatan teknologi dapat dimanfaatkan oleh semua,” jelasnya. Rencana Akselerasi Teknologi AI Menkominfo untuk Masyarakat Menkominfo juga mendorong Akselerasi pengembangan AI yang memperhatikan tiga aspek utama yaitu people, policy, dan platform. Menurutnya, people memiliki arti pentingnya peran sumberdaya manusia ahli untuk pemberdayaan dan kemajuan masyarakat. Sementara, policy berupa kebijakan untuk memastikan ekosistem yang aman dan produktif. Dan, penciptaan platform akan mendorong kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem AI yang inklusif. “Pemanfaatan AI yang memberdayakan masyarakat didukung dengan kebijakan AI yang dapat memastikan ekosistem AI aman dan produktif sekaligus mendorong adopsi teknologi yang menumbuhkan inovasi AI secara inklusif melalui kolaborasi antar stakeholders,” tuturnya. Menteri Budi Arie mengapresiasi rangkaian acara Google Impact Day sebagai inisiatif kerja sama dengan Kementerian Kominfo dalam meningkatkan sumberdaya manusia digital dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Saya berharap akan ada lebih banyak lagi kerja sama serta nisiatif dalam pengembangan kapasitas dan produksi pengetahuan antara kedua belah pihak. Bersama mari kita wujudkan ekosistem AI yang produktif, aman, inklusif dan tidak menghilangkan manusia dan kemanusiaan, people and humanity,” ungkapnya. Baca Juga : Buatan Cina, Aplikasi AI ini Dilansir Bantu Anak-anak di AS Kerjakan PR Mereka
Adobe Tambahkan Fitur Eraser Generative Bertenaga AI
Adobe menambahkan fitur AI Generative Eraser (Penghapus) yang didukung kecerdasan buatan ke editor foto Lightroom-nya yang membuatnya sangat mudah untuk menghilangkan elemen yang tidak diinginkan, misalnya saja sebuah mobil yang ada dilatar belakang foto anda. Mengutip dari situs resminya, Fitur baru ini masih dalam tahap Open Beta Test, namun sudah berfungsi di seluruh ekosistem Lightroom baik di versi aplikasi seluler, desktop, hingga website-nya. Cara Pakai AI Generative Eraser AI Generative Eraser Lightroom menggunakan mesin bernama Firefly AI Adobe untuk mengganti elemen yang tidak diinginkan dengan lancar. Cara pakainya cukup cat pada area yang ingin Anda hapus dan Lightroom akan mengirimkan informasi tersebut ke server Adobe Firefly, yang kemudian mengolah data dan mengirimkannya kembali. Dalam demonya yang dilihat, proses ini memakan waktu tidak lebih dari beberapa detik, meskipun kinerjanya akan bergantung pada kecepatan koneksi internet Anda. Sebelum di Edit Sesudah di edit dengan Generative AI Eraser Berbeda dengan fitur Picture Referrence Adobe Photoshop, yang diluncurkan kurang dari sebulan lalu dan memungkinkan pengguna menghasilkan gambar baru menggunakan Firefly, fitur AI Lightroom lebih fokus pada alur kerja fotografer. Salah satu hal tersulit yang harus dilakukan saat mengedit gambar adalah menghilangkan elemen yang mengganggu. Biasanya ini akan dilakukan dengan menggunakan alat seperti Content Aware Erase Lightroom, yang menyembunyikan elemen dengan mencocokkan area sekitarnya. Keunggulan Menggunakan Generative AI Eraser Fitur ini memang bekerja dengan baik dalam situasi kecil di mana latar belakang tidak terlalu membingungkan software anda. Misalnya saja melepas tiang telepon di tengah langit biru pekat. Akan tetapi semakin besar objek yang akan dihapus, maka semakin kompleks latar belakangnya, dimana hal ini justru akan semakin sulit serta memakan waktu. Generative AI Eraser hadir dengan tujuan untuk menghilangkan rintangan tersebut dan mampu memangkasnya hanya dalam waktu beberapa detik dan satu jentikan mouse. Berkatnya, kini semua orang bisa menjadi fotografer atau editor ahli. Selain itu, tidak seperti alat retouching lainnya, yang melakukan pencocokan terbaik, Generative AI Eraser menghasilkan tiga versi berbeda dan memungkinkan Anda memilih salah satu yang terlihat paling baik. Meskipun Generative AI Eraser mengesankan dan tampak canggih, sebetulnya fitur serupa sudah ada di platform editor foto lain. Misalnya saja seperti Magic Eraser milik Google yang memungkinkan pengguna mengubah pencahayaan pemandangan, memotong, serta menempelkan subjek pada latar foto.
Kemenparekraf dan APAII Bahas Pelatihan Digital Marketing berbasis AI untuk ASN
Apa yang Dibahas? Pertemuan ini membahas inisiatif pelatihan Digital Marketing berbasis teknologi AI bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam memanfaatkan kecerdasan buatan dalam tugas pemasaran digital. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui adaptasi teknologi terbaru. Siapa yang Terlibat? Inisiatif ini diprakarsai oleh Kemenparekraf bekerja sama dengan Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII). Diskusi ini melibatkan pejabat kedua lembaga, ahli AI, dan ASN dari berbagai kementerian yang akan menjadi penerima manfaat utama dari program pelatihan ini. Di Mana Kegiatan Berlangsung? Diskusi berlangsung di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, dengan partisipasi dari sektor pemerintahan dan industri teknologi yang relevan dengan pengembangan ekonomi digital. Mengapa Pelatihan Ini Penting? Dalam era ekonomi digital, ASN dituntut memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Penggunaan AI dalam Digital Marketing telah terbukti mampu meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran melalui analisis data dan personalisasi konten. Pelatihan ini menjadi penting untuk memastikan ASN dapat beradaptasi dengan teknologi modern dan mendukung transformasi digital. Bagaimana Implementasinya? Pelatihan ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan sesi daring yang diikuti dengan praktik langsung. ASN yang berhasil menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikasi yang diharapkan menjadi standar kompetensi baru dalam pemasaran digital. Baca Juga: Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI: Kolaborasi Dispora Batam dan Asosiasi Pengguna AI Indonesia
Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI: Kolaborasi Dispora Batam dan Asosiasi Pengguna AI Indonesia
Apa itu Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI? Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI adalah program pendidikan yang dirancang untuk memperkenalkan dan melatih para peserta dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam strategi pemasaran digital. Peserta akan belajar memanfaatkan AI untuk menganalisis data, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta mengoptimalkan kampanye pemasaran online. AI menjadi alat yang semakin penting dalam dunia pemasaran karena kemampuannya mempercepat analisis dan memberikan prediksi yang lebih akurat untuk keputusan bisnis. Siapa yang Menyelenggarakan Pelatihan Ini? Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Batam bekerja sama dengan Asosiasi AI Indonesia. Kolaborasi antara instansi pemerintah dan asosiasi ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, terutama kaum muda, dalam menghadapi persaingan bisnis digital yang semakin ketat. Dengan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menguasai teknik pemasaran digital berbasis teknologi terkini, termasuk AI, yang kini menjadi tren global. Kapan Pelatihan Ini Diadakan? Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI akan dilaksanakan selama dua minggu, mulai dari tanggal 1 Oktober hingga 17 – 18 Oktober 2024. Program ini dirancang secara intensif dengan kombinasi antara teori dan praktik langsung, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam konteks nyata. Di Mana Pelatihan Ini Berlangsung? Pelatihan akan diadakan di Hotel Aston Batam. Lokasi ini dipilih karena fasilitasnya yang memadai serta akses mudah bagi peserta dari berbagai wilayah di Batam. Mengapa Pelatihan Ini Penting? Pelatihan ini sangat penting karena saat ini dunia bisnis digital berkembang pesat, dan penggunaan AI dalam digital marketing memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha. AI membantu dalam menganalisis perilaku konsumen, mengidentifikasi tren pasar, serta mempersonalisasi konten yang lebih relevan untuk audiens. Bagi para peserta, pelatihan ini akan membuka peluang karier baru dan meningkatkan daya saing di era industri 4.0. Dengan mengikuti Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI ini, peserta akan mendapatkan wawasan baru yang relevan dengan kebutuhan bisnis modern, serta kesempatan untuk belajar dari para ahli di bidang AI dan digital marketing. Baca Juga: Bangun Pusat Data AI di Batam Telkom Investasi Rp.1.4 Triliun
Buatan Cina, Aplikasi AI ini Dilansir Bantu Anak-anak di AS Kerjakan PR Mereka
Mengutip dari South China Morning Post, terdapat dua aplikasi besutan negeri Cina yang didukung oleh AI generatif yang membuat gebrakan baru di Amerika Serikat. Kabarnya aplikasi tersebut mampu membantu anak-anak disana mengerjakan PR mereka melalui asisten yang ditenagai AI. Aplikasi bernama Question AI dan Gauth merupakan tool bantuan untuk pekerjaan rumah (PR) yang mampu menduduki peringkat tiga Aplikasi gratis baik di iOS Apple ataupun Google Play pada bulan Februari-Mei lalu. Keberhasilan mereka di pasar AS terjadi di tengah meningkatnya persaingan di negeri asalnya, di mana lebih dari 200 model bahasa besar teknologi di balik layanan AI generatif seperti ChatGPT telah dikembangkan untuk aplikasi AI, sedangkan setengahnya telah disetujui oleh otoritas Cina untuk dirilis ke publik pada saat ini. Untuk Aplikasi pendidikan gratis No 1 di AS saat ini adalah Duolingo, platform pembelajaran bahasa terbesar di dunia yang telah beroperasi selama lebih dari 13 tahun. Apa itu Aplikasi Question.AI dan Gauth beserta fungsinya ? Question.AI diluncurkan pertengahan tahun lalu sementara Gauth diluncurkan pada tahun 2020 dengan nama Gauthmath, seorang pemecah masalah matematika, sebelum beralih tahun lalu untuk mencakup lebih banyak mata pelajaran. Aplikasi-aplikasi tersebut, yang gratis untuk penggunaan dasar namun dikenakan biaya untuk fungsi tambahan, memanfaatkan kemampuan AI generatif untuk membantu siswa di AS mempelajari berbagai topik mulai dari sains, teknologi, teknik dan matematika, hingga ekonomi, fisika, kimia, dan sastra. Pengguna hanya perlu mengambil foto soal pekerjaan rumah matematika atau kimia mereka, dan aplikasi akan menghasilkan solusi disertai dengan panduan dan penjelasan langkah demi langkah yang terperinci. Sedangkan Gauth menduduki peringkat aplikasi pendidikan terpopuler kedua di dunia pada platform iOS dan Google Play, sementara Question.AI berada di peringkat ketujuh, menurut AppMagic. Maraknya Aplikasi berbasis Pendidikan di Negeri Barat Semakin banyak pengembang aplikasi Tiongkok kini menargetkan pasar Barat, termasuk Checkmath, pemecah masalah matematika yang dikembangkan oleh Yuanfudao, dan Talkie AI dari startup AI Minimax yang berbasis di Shanghai, yang dimaksudkan untuk setara dengan Character.ai yang berbasis di AS, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan karakter bot obrolan virtual. Talkie saat ini berada di peringkat ke-4 dalam aplikasi hiburan di Google Play di AS, di belakang aplikasi video streaming Tubi, Max, dan Netflix. Tempat kelima ditempati oleh Disney+. Meskipun sebagian besar aplikasi Cina yang didukung AI di pasar AS telah lolos dari pengawasan terhadap TikTok yang akan dilarang kecuali induk perusahaannya. Misalnya saja ByteDance yang mendivestasikan operasinya di AS namun aplikasi-aplikasi tersebut masih menghadapi tantangan monetisasi. Data AppMagic menunjukkan bahwa baik Gauth maupun Question.AI tidak berhasil masuk dalam 10 aplikasi terlaris, yang diberi peringkat berdasarkan pendapatan selama empat bulan terakhir. Baca Juga: Buat Iklan di Tiktok Kini Bisa Pakai Avatar AI
Buat Iklan di Tiktok Kini Bisa Pakai Avatar AI
Senin 14 Juni 2024, Tiktok mengumumkan kalau mereka bakal memperkenalkan Avatar AI generatif untuk iklan para pembuat konten dan aktor saham. Tool yang mereka berinama AI Dubbing ini diharapkan bisa memperluas jangkauan iklan produk atau konten yang mereka hasilkan nanti. Kerena Avatar ini bisa dikustom oleh pengiklan agar sesuai atau mewakili merek atau konten yang biasa mereka sajikan. Ia juga bisa dibuat dengan kemampuan multibahasa sehingga jangkauan pelanggan terjamin jauh lebih global. Menurut juru bicara Tiktok, Avatar AI mereka juga bisa melokalisasi suatu brand global agar terkesan melokal dengan negara atau kultur tertentu yang ditargetkan. Tampilan Avatar AI Tiktok Tampilan laman Custom Avatar AI di Tiktok Misal pengiklan bingung atau tidak memiliki gambaran saat mengkustom Avatar mereka, Tiktok juga menyediakan laman “Stock Avatar” yang menyajikan rangkaian Avatar siap pakai. Avatar itu merupakan aktor berbayar yang memiliki lisensi agar legal untuk digunakan secara komersial. Ide di balik avatar ini adalah untuk memberikan cara bagi bisnis untuk menambahkan sentuhan manusiawi pada konten mereka. TikTok mengatakan avatar tersebut dibuat dengan aktor dari berbagai latar belakang, kebangsaan, dan bahasa. Peluncuran Tool AI baru ini mungkin mengkhawatirkan bagi sebagian orang. Aktor-aktor Hollywood melakukan aksi mogok tahun lalu karena berbagai kekhawatiran mengenai AI, termasuk ketakutan bahwa kemiripan mereka akan digunakan untuk menghasilkan replika AI. Dengan avatar AI baru TikTok, pembuat konten memiliki kendali atas apakah mereka ingin kemiripannya digunakan. Kreator juga dapat menentukan tarif, lisensi, dan siapa yang dapat menggunakan avatarnya. AI Dubbing Avatar Pada Tik Tok Ads Adapun alat AI Dubbing baru akan memungkinkan pembuat dan merek menerjemahkan konten mereka ke dalam 10 bahasa, termasuk Inggris, Jepang, Korea, dan Spanyol. Dimana ia secara otomatis mendeteksi bahasa dalam video, lalu mentranskripsikan dan menerjemahkan konten untuk menghasilkan video yang disulihsuarakan dalam bahasa pilihan. TikTok mengatakan fitur baru ini memungkinkan pembuat dan Brand berkomunikasi dengan khalayak global. Peluncuran ini dilakukan ketika TikTok baru-baru ini mengungkapkan bahwa 61% pengguna telah melakukan pembelian baik secara langsung di TikTok atau setelah melihat iklan. Fitur-fitur baru ini akan tersedia sebagai bagian dari laman menu “TikTok Symphony,” rangkaian solusi periklanan perusahaan yang didukung oleh AI generatif, yang diluncurkan pada bulan Mei. Rangkaian ini mencakup alat untuk membantu pemasar menulis skrip, memproduksi video, dan meningkatkan aset saat ini. Baca Juga : Alibaba Cloud Perkenalkan Modelscope Model AI Baru
Bangun Pusat Data AI di Batam Telkom Investasi Rp.1.4 Triliun
Telkom Indonesia mengumumkan investasi dengan nominal Rp.1,4 triliun guna membangun pusat data AI dalam jangka lima tahun kedepan di kota Batam, kepulauan Riau. Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir, mengatakan kalau acara seremoni pemancangan tiang di lokasi pusat data itu merupakan momen penting bagi Telkom Group dalam mendukung kemajuan dunia digital di Indonesia. Dirinya juga menyampaikan kalau pemancangan ini juga merupakan langkah awal untuk anak perusahaan Telkom, Neutra DC Nexera Batam, dengan infrastruktur yang ditenagai dengan energi terbarukan. “Kami bangga melihat langkah maju ini. NeutraDC Nexera Batam akan menjadi penggerak dalam mengakselerasi inovasi teknologi di Indonesia, terutama dalam bidang AI,” ujar Honesti. Dalam momen tersebut dan pembangunan pusat data AI ini, NeutraDC Nxera Batam menjalin berbagai kerja sama yang berkaitan dengan pengembangan talenta digital dan pengelolaan sumber daya alam. Disamping itu, Neutra DC Nxera juga menjalin kolaborasi dengan Politeknik Negeri Batam guna mencetak generasi penerus yang ahli dalam dunia digital. Di fasilitas pusat data AI ini jugalah nantinya mereka akan bekerja. CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba, juga menyatakan kalau kolaborasi ini meliputi berbagai program untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di kota Batam. Program tersebut mencakup penyusunan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi para mahasiswa, informasi lowongan pekerjaan dan rekrutmen karyawan, serta beberapa poin kerja sama lainnya yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia di industri pusat data. Kolaborasi Nvidia dan Telkom Bangun Pusat Data AI di Solo Selain di kota Batam, baru-baru ini juga dikabarkan kalau Telkom berkolaborasi dengan perusahaan global chip Nvidia akan membangun pusat data di kota Solo senilai 200 juta USD. Kabarnya fasilitas ini akan dibangun di Solo Technopark, kawasan sains dan teknologi yang berlokasi di Jl.Ki Hajar Dewantara No.19 Jebres, Surakarta. Pembangunan ini merupakan jalinan kerjasama juga antara Telkom Indonesia dengan Nvidia terkait perkembangan AI di Indonesia. Perusahaan NVidia uniknya baru saja menjadi perusahaan paling top sedunia kalahkan Microsoft pada Selasa 18 Juni lalu. Perusahaan dengan nilai market diatas 3.34 triliun dollar ini mulai menunjukan keseriusannya dalam mendominasi pasar Artificial Intelligence (AI). Menurut data, harga saham Nvidia naik 3.5% menjadi $135.58 USD, yang mana juga meningkatkan kapitalisasi pasar mereka ke $3.34 triliun dolar. Hanya selang beberapa hari saja usai mereka membalap posisi Apple sebelumnya. Baca Juga : Apple Kasih Bocoran Fitur Baru untuk iOS 18
Kunjungan Tim APAII ke Kemendikbud Ristek: Memperkuat Sinergi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
Pada hari ini, tim Asosiasi Pengguna Ai Indonesia (APAII) melakukan kunjungan kerja penting ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) di Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kerjasama antara APAII dan Kemendikbud Ristek dalam mendukung pengembangan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Bapak Supriyono dan Bapak Faiz, serta Ibu Sari dan Ibu Fida yang merupakan perwakilan dari Direktorat Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek. Apa yang Dibahas dalam Pertemuan? Pertemuan yang berlangsung antara tim APAII dan Kemendikbud Ristek berlangsung dengan sangat produktif dan penuh diskusi intensif. Fokus utama pembahasan adalah pengembangan LSK dan bagaimana LSK bisa berperan lebih besar dalam dunia pendidikan vokasi di Indonesia. LSK memegang peranan penting dalam memberikan sertifikasi kompetensi kepada para lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Tim APAII bersama Kemendikbud Ristek membahas berbagai aspek terkait peran LSK, seperti standarisasi sertifikasi, kurikulum pendidikan yang mendukung industri, serta bagaimana memastikan lulusan program vokasi memiliki keterampilan yang relevan dan siap kerja. Bapak Supriyono dan Bapak Faiz dari pihak Kemendikbud Ristek memberikan pandangan yang sangat berharga mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi LSK saat ini. Di sisi lain, Ibu Sari dan Ibu Fida dari Direktorat Vokasi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan lembaga pendidikan untuk memastikan kurikulum yang ada selaras dengan kebutuhan pasar kerja yang selalu berkembang. Mengapa Kunjungan Ini Penting? Kunjungan ini penting karena bertujuan memperkuat kerjasama antara dua institusi kunci dalam dunia pendidikan dan pelatihan di Indonesia. LSK sebagai lembaga yang memberikan sertifikasi kompetensi memiliki peran vital dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Sementara itu, Kemendikbud Ristek, sebagai otoritas utama dalam pendidikan, memiliki tanggung jawab dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pendidikan vokasi yang berkualitas. Melalui pertemuan ini, kedua pihak ingin memastikan bahwa program-program vokasi yang ada dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang diakui secara profesional. Siapa Saja yang Terlibat? Dalam pertemuan ini, tim APAII dipimpin oleh beberapa anggota kunci yang berpengalaman di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi. Sementara itu, dari Kemendikbud Ristek hadir tokoh-tokoh penting seperti Bapak Supriyono dan Bapak Faiz yang merupakan pejabat kunci di bidang pendidikan vokasi. Ibu Sari dan Ibu Fida dari Direktorat Vokasi juga hadir untuk memberikan masukan yang sangat berharga dalam diskusi. Keempat tokoh ini memiliki peran yang sangat penting dalam merumuskan kebijakan dan kerangka kerja yang mendukung pengembangan LSK dan pendidikan vokasi di Indonesia. Kapan dan Di Mana Kunjungan Ini Dilakukan? Kunjungan ini dilakukan pada hari ini di kantor Kemendikbud Ristek, Jakarta. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tim APAII untuk memperkuat hubungan dengan institusi-institusi pendidikan dan pemerintah. Kunjungan ini juga menjadi titik awal dari inisiatif bersama yang akan terus berlanjut untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Bagaimana Rencana ke Depan? Setelah kunjungan ini, baik tim APAII maupun pihak Kemendikbud Ristek berkomitmen untuk terus mengembangkan kerjasama yang telah terjalin. Salah satu hasil diskusi yang dihasilkan adalah rencana untuk membentuk program-program pelatihan yang lebih terfokus pada kebutuhan industri. Hal ini meliputi peningkatan kualitas pengajaran di bidang pendidikan vokasi, penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta memperluas akses sertifikasi kompetensi melalui LSK. Selain itu, ada kesepakatan untuk mempercepat digitalisasi sertifikasi kompetensi, sehingga lebih mudah diakses oleh para siswa dan lulusan pendidikan vokasi di seluruh Indonesia. Kedua pihak juga menyadari pentingnya partisipasi aktif dari dunia industri, yang diharapkan dapat memberikan masukan mengenai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan oleh tenaga kerja masa depan. Mengapa Kerjasama Ini Krusial? Kerjasama ini dianggap krusial karena pendidikan vokasi adalah kunci utama dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar global. Dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri yang sangat cepat, pendidikan dan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Melalui sinergi antara APAII dan Kemendikbud Ristek, diharapkan dapat tercipta tenaga kerja yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. LSK sebagai lembaga yang memverifikasi kompetensi lulusan juga memainkan peran besar dalam memastikan kualitas sumber daya manusia Indonesia terus meningkat. Dengan berakhirnya kunjungan ini, semangat kolaborasi yang terbentuk antara APAII dan Kemendikbud Ristek menjadi fondasi kuat untuk melangkah lebih jauh. Kedua pihak siap untuk terus bekerjasama, tidak hanya dalam peningkatan sertifikasi kompetensi, tetapi juga dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, inklusif, dan berkualitas di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan dunia kerja global yang semakin kompleks dan dinamis. Baca Juga: Pertemuan Asosiasi Pengguna AI Indonesia dengan Kominfo Kepala Bagian Perencanaan Program & Pelaporan
Apple Kasih Bocoran Fitur Baru untuk iOS 18
Apple Kasih Bocoran Fitur Baru untuk iOS 18 Apple mengumumkan serangkaian fitur baru untuk iOS 18 pada acara konferensi pengembang hari Senin , banyak di antaranya dirancang untuk menyempurnakan asisten Siri dan menghadirkan tool AI untuk pengguna iPhone. Pembaruan berbasis AI yang akan hadir pada musim gugur ini dimaksudkan untuk memungkinkan miliaran orang yang menggunakan perangkat perusahaan menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu lebih singkat, sekaligus memberi mereka akses ke alat kreatif yang dapat menghidupkan segalanya. Misalnya saja, Apple akan menerapkan AI untuk memungkinkan orang membuat emoji, yang dijuluki “Genmojis” dengan cepat agar sesuai dengan getaran yang ingin mereka sampaikan. Rangkaian lengkap fitur AI yang akan datang hanya akan berfungsi pada lini iPhone 15 terbaru karena fungsinya memerlukan prosesor canggih. Namun masih banyak peningkatan untuk semua pemilik iPhone. Berikut adalah beberapa fitur baru terbaik yang hadir di iOS 18 dan Apple Intelligence. Fungsi Fitur Scheduled Text, Tapback, and Rich Communication Service (RCS) Apple mengonfirmasi bahwa mereka akan meluncurkan teknologi yang disebut Rich Communications Service, atau RCS, ke aplikasi iMessage-nya. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan SMS antara iPhone dan perangkat yang didukung perangkat lunak Android, seperti Samsung Galaxy dan Google Pixel. Dalam perubahan lain yang akan datang pada aplikasi perpesanan iPhone, pengguna akan dapat menulis teks (atau meminta alat AI untuk menulisnya) terlebih dahulu dan menjadwalkan waktu tertentu untuk mengirimkannya secara otomatis. Tapi satu hal yang perlu dicatat yakni saat ini fitur tersebut baru tersedia di kawasan Amerika Serikat saja terkhususnya untuk AT&T dan T-Mobile. Namun bakal mendunia bersamaan dengan rilisnya iOS 18. Pihak Apple juga masih belum mengkonfirmasi kapan tepatnya fitur RCS bakal tersedia untuk beta Tester, namun untuk iOS 18 sudah resmi bakal rilis bulan Juli mendatang. Adapun keputusan Apple akhirnya mengadopsi RCS tidak lepas dari beberapa hal. Salah satunya perusahaan mendapatkan tekanan dari sejumlah regulator, terutama di Uni Eropa dan China yang menganggap sistem pesan Apple tidak adil bagi pengguna Android. Selain itu, Google juga menjadi perusahaan yang cukup mendorong agar penerapan RCS ini bisa diadopsi semua platform. Namun, Apple tetap membedakan pesan yang dikirimkan antar perangkat iPhone, dengan yang dikirimkan ke Android. Peningkatan performa Siri Apple lewat Teknologi AI Pihak perusahaan teknologi Apple juga dilaporkan baru saja meningkatkan kemampuan asisten virtual Siri menggunakan teknologi AI mereka Mengutip laporan Bloomberg bahwa Apple sedang menggarap versi Siri yang menggunakan Large Language Model (LLM), teknologi AI yang memungkinkan pengguna melakukan fungsi spesifik seperti membuka dokumen dan mengirim surel menggunakan perintah suara. Versi baru Siri pada tahap awal hanya akan bisa digunakan pada aplikasi Apple. Asisten virtual tersebut akan dapat menganalisis aktivitas ponsel pengguna dan secara otomatis mengaktifkan fitur pengontrolan Siri. Model LLM yang digunakan untuk versi baru Siri belum diketahui, tetapi Apple dilaporkan telah membuat kesepakatan dengan OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke iOS 18. Baca Juga: Amerika Rencana Batasi Perkembangan AI di Cina