The AI Updates

Cara Penggunaan AI untuk Video Bisnis: Panduan Praktis Synthesia

Anda memimpin perusahaan dengan 500 karyawan tersebar di lima negara. Besok pagi, seluruh tim perlu menonton video pelatihan prosedur keselamatan kerja versi terbaru. Dulu, ini berarti menyewa tim produksi, memesan studio, merekam presenter, menerjemahkan ke lima bahasa, dan menunggu tiga minggu.

Sekarang, satu orang di depan laptop bisa menyelesaikan semuanya dalam lima belas menit.

Kedengarannya seperti janji futuristik yang terlalu muluk. Tapi ini bukan janji. Ini sudah terjadi. Dan skalanya jauh lebih besar dari yang Anda bayangkan.

Synthesia, perusahaan asal Inggris yang memproduksi avatar video berbasis kecerdasan buatan, baru saja menutup putaran pendanaan $200 juta yang dipimpin Google Ventures pada Januari 2026. Valuasi mereka melonjak dari $2,1 miliar menjadi $4 miliar. Angka itu setara dengan nilai pasar ITV, stasiun televisi nasional Inggris.

Berdasarkan data The Guardian edisi 26 Januari 2026, 70% perusahaan FTSE 100 tercatat sebagai klien Synthesia. NatWest, Lloyds Bank, dan British Gas ada di daftar itu. NHS, Komisi Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menerapkan platform ini untuk pelatihan serta komunikasi internal.

Steffen Tjerrild, co-founder Synthesia, menolak menyebut lonjakan ini sebagai euforia pasar. “Existing investors have seen the progress, have seen the numbers, have seen them compound year over year,” ujarnya kepada The Guardian.

Data ini bukan sekadar angka pendanaan. Ini konfirmasi bahwa cara penggunaan AI untuk video korporasi sudah melewati fase eksperimen dan masuk ke fase eksekusi skala penuh.

Pertanyaan berikutnya bukan lagi “apakah ini layak”, melainkan “bagaimana cara memulainya”. Berikut panduan lengkapnya, langkah demi langkah.

Cara Penggunaan AI di Synthesia: Dari Nol Sampai Video Siap Tayang dalam Hitungan Menit

Bagian ini adalah inti artikel. Tidak ada jargon teknis yang perlu Anda pahami sebelumnya. Yang Anda butuhkan hanya laptop, koneksi internet, dan satu hingga dua jam untuk percobaan pertama.

  1. Buat akun dan pilih paket. Kunjungi situs Synthesia, klik “Get Started“, masukkan surel, buat kata sandi, dan verifikasi lewat kode yang dikirim ke kotak masuk Anda. Paket Starter sudah memadai untuk kebutuhan awal. Anda langsung masuk ke dasbor tanpa perlu instalasi apa pun.

  2. Bangun avatar dan kloning suara Anda. Ini bagian yang paling mengejutkan bagi pengguna pertama. Anda cukup merekam diri sendiri selama satu hingga lima menit di depan kamera. Bisa lewat webcam laptop, bisa unggah video yang sudah ada. Bacakan naskah persetujuan yang disediakan sistem.
    Aturan dari tutorial resmi Synthesia sangat spesifik. Latar belakang harus bersih dan tidak berantakan, karena latar belakang rekaman Anda akan menjadi latar belakang avatar. Jangan menutupi wajah. Bicara senatural mungkin.
    Setelah rekaman dikirim, sistem memproses avatar Anda. Biasanya memakan waktu beberapa jam. Synthesia akan mengirim surel begitu avatar siap.
    Tips profesional: buat tiga avatar dari tiga sudut pengambilan gambar berbeda. Hasilnya, video Anda akan terasa lebih dinamis dan profesional, mirip pergantian angle dalam produksi film sungguhan.

  3. Tulis instruksi, biarkan AI menyusun skrip. Klik tombol “AI Video Assistant” di dasbor. Anda akan melihat beberapa opsi: unggah berkas, tempel URL, ketik prompt, atau tempel skrip lengkap. Untuk tutorial ini, pilih opsi prompt.
    Ketik satu kalimat instruksi. Misalnya: “Buat video penjelasan untuk perusahaan CRM fiktif bernama Explode CRM yang menyasar perusahaan minuman bersoda.” Pilih template visual yang tersedia. Tentukan durasi, misalnya dua menit. Tambahkan detail opsional seperti tujuan video, target audiens, dan nada bicara. Semakin spesifik instruksi Anda, semakin akurat hasilnya.
    Klik “Create Outline“. AI menyusun outline lengkap beserta pembagian chapter dan skrip narasi penuh. Anda tinggal menyunting teks sesuai kebutuhan: tambah chapter, hapus chapter, atau ubah kalimat mana pun. Kalau hasilnya belum sesuai ekspektasi, klik “Recreate Outline” dan sistem akan menyusun ulang berdasarkan instruksi baru Anda.

  4. Kustomisasi visual dan audio. Setelah skrip final, klik “Continue in Editor“. Di sinilah Anda menyesuaikan tampilan video agar sesuai identitas merek perusahaan.
    Ganti avatar dengan klik ikon panah di menu “Avatar“, lalu pilih avatar Anda. Terapkan per adegan atau klik “Change All” untuk seluruh video sekaligus. Ubah warna merek secara serentak lewat satu klik tombol “Change All” di panel warna. Unggah logo perusahaan dengan mengklik logo yang ada di scene, lalu pilih “Replace Image“. Sesuaikan fon, ukuran teks, dan tambahkan takarir lewat menu “Captions“.
    Ganti stok video latar dari pustaka Getty dengan mengklik “Replace Video“. Sistem bahkan menyarankan klip berdasarkan skrip di scene tersebut. Atur transisi antaradegan lewat menu “Scene Transition“. Pilih musik latar dari pustaka bawaan berdasarkan genre atau suasana hati.
    Seluruh proses ini dilakukan lewat antarmuka seret dan lepas. Persis seperti menggeser elemen di slide presentasi PowerPoint.

  5. Generate dan unduh. Klik “Generate“. Klik sekali lagi untuk konfirmasi. Proses render memakan waktu sekitar lima menit.
    Setelah selesai, Anda bisa langsung menonton pratinjau. Untuk berbagi cepat, klik “Publish” dan salin tautan. Untuk keperluan distribusi lebih luas, klik tiga titik di pojok, pilih “Download as MP4“, dan simpan ke perangkat Anda. File siap diunggah ke YouTube, Instagram, TikTok, atau platform internal perusahaan.

Seluruh proses dari langkah pertama sampai langkah kelima: lima belas hingga dua puluh menit untuk pengguna pertama. Lebih cepat lagi setelah Anda terbiasa.

Opsi Lanjutan yang Perlu Diketahui Pemimpin Bisnis

Synthesia menerima unggahan berkas PowerPoint yang otomatis dikonversi menjadi video narasi. Jika perusahaan Anda sudah punya materi presentasi yang solid, ini memangkas waktu produksi secara drastis.

Fitur video dubbing memungkinkan penerjemahan video ke lebih dari 30 bahasa menggunakan suara Anda sendiri. Satu video onboarding bisa menjadi 30 versi bahasa tanpa merekam ulang satu detik pun. Bagi perusahaan Indonesia yang beroperasi lintas negara, ini memangkas biaya penerjemah dan sulih suara secara signifikan.

Kebutuhan merek yang lebih ketat, misalnya menampilkan logo di seragam avatar, tersedia di paket Enterprise. Kontrol penuh atas konsistensi visual ada di tangan Anda.

Anda sekarang tahu cara membuatnya dari nol sampai siap tayang. Tapi sebelum Anda menekan tombol “Generate” untuk seluruh organisasi, ada tiga dimensi eksternal yang wajib masuk radar. Mengabaikannya bisa berujung pada sanksi hukum atau krisis reputasi.

Lanskap Regulasi dan Persepsi Publik yang Terus Berkembang

Pertama, regulasi. Uni Eropa memberlakukan aturan transparansi dalam AI Act per 2 Agustus 2026. Setiap konten AI yang realistis wajib diberi label jelas. Perusahaan yang tidak patuh menghadapi denda hingga €15 juta atau 3% pendapatan global tahunan.

Sistem baru wajib patuh segera, sementara layanan yang sudah ada mendapat tenggat hingga 2 Desember 2026. Kerangka regulasi ini masih terus berkembang. Bagi perusahaan Indonesia yang melayani klien Eropa, label transparansi wajib masuk daftar periksa kepatuhan hukum sejak hari ini.

Kedua, persepsi audiens. Riset yang dikutip WIRED menunjukkan 37% remaja merasa “cringe” saat melihat konten buatan AI. Mereka tetap menggunakan chatbot untuk tugas sekolah, tetapi murni karena faktor ketersediaan, bukan ketertarikan.

Implikasi bagi C-suite: Penuhi kewajiban label transparansi sesuai aturan yang berlaku di wilayah operasi Anda. Di sisi pemasaran, pertimbangkan untuk tidak menonjolkan ‘AI-powered’ sebagai daya tarik utama ke konsumen muda biarkan manfaat kecepatan dan relevansi yang berbicara, bukan label teknologinya 

Ketiga, risiko lisensi dan konten generik. Di Tiongkok, marketplace lisensi wajah untuk konten AI sudah membayar antara £10 hingga £600 per orang. Kontraknya kabur dan sengketa penggunaan tanpa izin terus bertambah.

Di sisi konten teks, perusahaan deteksi Pangram mengonfirmasi 41% postingan long-form di LinkedIn sepenuhnya ditulis AI, memaksa platform menyediakan tombol penanda khusus. Orisinalitas dan kurasi manusia tetap menjadi satu-satunya benteng pertahanan kepercayaan publik.

Ketiga dimensi ini bukan alasan untuk menunda adopsi. Justru sebaliknya, mereka memberikan kerangka kerja yang jelas tentang bagaimana cara penggunaan AI yang tepat dan bertanggung jawab di level organisasi.

Mengubah Eksperimen Menjadi Keunggulan Kompetitif

Berdasarkan data OpenAI atas lebih dari 800.000 pesan ChatGPT terkait pekerjaan, 43,5% pesan melibatkan tugas yang secara tradisional dikerjakan profesi lain. Pemasar kini membuat materi yang dulu dikerjakan desainer. Tim penjualan memproduksi konten promosi sendiri.

Batas fungsi pekerjaan sedang lebur. Tanpa tata kelola yang ketat, organisasi pasti kebanjiran konten yang tidak konsisten pada merek dan merusak identitas korporat.

Studi Kasus: Adopsi Skala Penuh di Institusi Global

NatWest, Lloyds Bank, British Gas, hingga institusi non-korporat seperti NHS, Komisi Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa tercatat sebagai klien. Mereka adalah bagian dari 70% perusahaan FTSE 100 yang mengadopsi platform ini.

Berdasarkan laporan The Guardian, institusi besar tersebut menggunakan avatar digital untuk berbagai skenario video korporat. Penggunaan umumnya mencakup materi kesehatan dan keselamatan kerja, edukasi mitigasi risiko siber, hingga panduan komunikasi internal.

Synthesia juga sedang mengembangkan avatar interaktif untuk pelatihan karyawan. Skenario pelatihan ini melibatkan simulasi peran dan pemberian penjelasan yang disesuaikan, membuktikan bahwa video AI telah berevolusi menjadi infrastruktur operasional.

Memulai dengan Langkah Terukur

Dian Basit, dalam kolom komentar AI Marketing Newsletter edisi 4 Agustus 2026, merangkum realitas ini dengan presisi: “AI is improving marketing speed, but trust remains the biggest factor. Quality, authenticity, and human input will define successful content.

Jangan langsung skalakan ke seluruh organisasi. Mulai dari satu kasus penggunaan terukur, misalnya video orientasi karyawan baru atau penjelasan produk untuk klien B2B yang biasanya membutuhkan tim produksi eksternal.

Ukur efisiensinya selama satu kuartal. Bandingkan biaya dan waktu dengan metode konvensional. Baru setelah datanya jelas, skalakan ke departemen lain.

Synthesia menargetkan pendapatan $200 juta tahun ini dengan 600 karyawan. Model bisnis video AI telah terbukti secara komersial dan menghasilkan arus kas nyata. Pertanyaan bagi ruang rapat direksi bukan lagi apakah teknologi ini layak diadopsi, melainkan berapa banyak kuartal yang bersedia Anda lewatkan sebelum kompetitor lebih dulu mengintegrasikannya.

Referensi

  • UK maker of AI avatars nearly doubles valuation to $4bn after funding round

  • The AI Marketing Newsletter (4th August)

Popular Articles

Most Recent Updates

  • All Post
  • AI
  • AI untuk Analisis Data
  • AI untuk Bisnis dan Produktivitas
  • AI untuk Desain dan Kreativitas
  • Ai Untuk Industri
  • AI untuk Keamanan dan Cybersecurity
  • AI untuk Kesehatan
  • AI untuk Konten Digital
  • AI untuk Marketing dan SEO
  • Ai Untuk Pendidikan
  • Ai Untuk Startup
  • AI untuk Teknologi dan Inovasi
  • Digital
  • Event
  • Marketing
  • Pelatihan
  • Summit
  • Visits

Alamat

  • Asosiasi AI Indonesia Headquarters – Jl. Lebak Bulus Raya, Kebayoran Lama, South Jakarta
  • AI Training & Residential Center – Tangerang
  • Asosiasi AI Jakarta Executive Hub (SCBD) – Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, South Jakarta

© 2026 Asosiasi AI Indonesia