Dalam dunia logistik yang kompetitif, C.H. Robinson Worldwide (NASDAQ: CHRW) telah berhasil meraih pertumbuhan yang signifikan dan efisiensi operasional yang luar biasa. Dengan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI), perusahaan ini telah mencapai hasil yang luar biasa, meskipun beberapa analis menganggap teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan.
Keberhasilan C.H. Robinson dalam Menerapkan AI
C.H. Robinson, perusahaan logistik terkemuka dengan omset tahunan lebih dari $17 miliar, telah melihat peningkatan signifikan dalam berbagai aspek bisnisnya. Dalam laporan terakhir, laba operasionalnya naik 23%, margin operasional meningkat 680 basis poin, EPS diluted naik 68%, EPS diluted yang disesuaikan naik 9%, dan cash flow operasional meningkat 65%.
Namun, yang paling menarik adalah peningkatan produktivitas yang signifikan. Sejak 2022, jumlah pengiriman harian per orang telah meningkat 40% dengan bantuan teknologi AI. Presiden dan CEO, Dave Bozeman, menyatakan bahwa ini adalah hasil dari “perjalanan Lean AI” yang mereka lakukan.
Meski sulit untuk mengukur kontribusi teknologi AI secara tepat, perusahaan memperkirakan bahwa kontribusi Lean AI memberikan peningkatan produktivitas sekitar 10%, sementara peningkatan 20% dapat dicapai dengan adanya agentic AI. Dengan kata lain, teknologi ini telah membantu C.H. Robinson mencapai pertumbuhan dan efisiensi operasional yang signifikan.
Mengubah Budaya Kerja
Namun, bagaimana mereka menjaga karyawan tetap terlibat dalam perubahan budaya yang radikal ini? Presiden dan CEO, Dave Bozeman, mengatakan bahwa transparansi sangat penting. Dia menjelaskan bahwa dalam dua tahun ke depan, beberapa posisi akan hilang, dan yang lain akan berubah drastis. Namun, perusahaan ini mendorong karyawannya untuk berkembang sesuai dengan masa depan. Ini berarti menjadi nyaman dengan alat-alat AI dan belajar metode Lean, seperti Gemba, lima mengapa, dan metode socratic.
Selain itu, orang-orang ingin menjadi bagian dari tim yang menang. Dan itu adalah apa yang Lean AI membantu mereka capai.
Masalah yang Dalamkan AI Tuntaskan
Proses order-to-cash dalam industri ini masih manual dan melibatkan banyak handoff. Handoff ini menciptakan limbah yang, menurut CEO, “pelanggan tidak ingin membayar.” Salah satu tujuan dari AI adalah untuk mengurangi limbah yang tidak bernilai. Misalnya, mereka telah membuat kemampuan penawaran otomatis. Otomasi ini tidak hanya mengurangi limbah; ia juga meningkatkan kualitas penawaran.
“Kami tidak lagi membawa diri terbaik kami ketika merespons penawaran,” kata Bozeman. “Sebenarnya, kami mungkin hanya merespons sekitar 65% dari penawaran yang masuk. Itu meninggalkan banyak muatan potensial di meja. Kombinasi Generative AI dan agentic AI telah menggerakkan kami menuju penawaran 100% 24/7, dalam waktu sekitar 30 detik, dalam bisnis permukaan barat mereka. Dan responsnya adalah dalam nada percakapan. “Ini telah mengubah permainan bagi kami” dan menciptakan…
Kesimpulan
C.H. Robinson telah berhasil mengubah cara mereka beroperasi dengan menerapkan teknologi AI. Meskipun masih ada ruang untuk peningkatan, perusahaan ini telah membuktikan bahwa AI dapat membantu mereka mencapai pertumbuhan dan efisiensi operasional yang signifikan. Dengan terus berinvestasi dalam teknologi ini, C.H. Robinson dapat terus meningkatkan performa bisnisnya di masa mendatang.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu kami mencapai pertumbuhan dan efisiensi operasional yang lebih baik,” kata Bozeman.






