Jakarta, 7 April 2026. Asosiasi Artificial Intelligence Indonesia (AAII) turut berpartisipasi dalam Forum Governance, Risk, and Compliance Pra Risk and Governance Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung A.A. Maramis, Jakarta Pusat. Forum ini menjadi ajang penting yang mempertemukan lebih dari 35 asosiasi profesi dari berbagai bidang. Mulai dari audit internal, manajemen risiko, akuntansi publik, hingga teknologi informasi dan kecerdasan buatan, semuanya hadir dalam satu ruang diskusi strategis.
Mengangkat tema tentang penguatan fungsi GRC yang berintegritas dan berkelanjutan, forum ini menegaskan bahwa tata kelola sektor jasa keuangan kini tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi, khususnya kecerdasan buatan.
Forum Strategis Menuju RGS 2026
Forum GRC Pra RGS 2026 merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Risk and Governance Summit 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Audit Internal dan Manajemen Risiko OJK dan dibuka langsung oleh Sophia Wattimena selaku Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK.
Dalam forum ini, terdapat dua agenda utama yang menjadi sorotan. Pertama adalah diskusi panel mengenai transparansi Beneficial Ownership yang berkaitan erat dengan penguatan tata kelola sektor keuangan. Kedua adalah pembahasan terkait persiapan pelaksanaan RGS 2026, termasuk kolaborasi antar asosiasi, program edukasi profesional, hingga pengembangan konten komunikasi seperti podcast dan media digital lainnya.
Mengapa AAII Dilibatkan dalam Forum Ini
Kehadiran AAII dalam forum ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting dalam ekosistem keuangan modern. OJK melihat bahwa AI tidak lagi sekedar teknologi pendukung, tetapi sudah menjadi komponen utama dalam berbagai proses penting. Mulai dari deteksi fraud, analisis risiko kredit, hingga pemantauan kepatuhan terhadap regulasi.
Dengan semakin kompleksnya sistem keuangan, penggunaan AI membantu meningkatkan akurasi, kecepatan, dan efisiensi dalam pengambilan keputusan berbasis data. Hal inilah yang menjadikan AAII sebagai salah satu pihak yang memiliki peran strategis dalam diskusi GRC di tingkat nasional.
Peran AI dalam Transparansi dan Manajemen Risiko
Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum ini adalah transparansi Beneficial Ownership atau BO UBO. Dalam konteks ini, AI memiliki peran yang sangat signifikan. Melalui teknologi AI, proses identifikasi pemilik manfaat dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Sistem mampu menganalisis struktur kepemilikan perusahaan yang kompleks dan menemukan hubungan yang sebelumnya sulit dideteksi secara manual.
Selain itu, AI juga meningkatkan efektivitas proses Know Your Customer melalui verifikasi dokumen otomatis dan analisis perilaku pengguna. Kemampuan lain yang tidak kalah penting adalah deteksi transaksi mencurigakan yang berpotensi terkait pencucian uang atau pendanaan ilegal. Dengan pendekatan berbasis machine learning, sistem dapat mengenali pola anomali secara lebih presisi.
AAII Menjembatani Teknologi dan Regulasi
Sebagai asosiasi yang menaungi ekosistem AI di Indonesia, AAII berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. AAII tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara pelaku industri dan regulator. Tujuannya agar kebijakan yang dibuat tetap relevan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Selain itu, AAII juga aktif dalam mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi AI yang sesuai dengan kebutuhan industri jasa keuangan.
Menuju Ekosistem GRC yang Lebih Cerdas
Forum ini menjadi langkah awal menuju Risk and Governance Summit 2026 yang akan menjadi ajang besar bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan.
AAII diharapkan dapat berkontribusi dalam program edukasi yang membahas penggunaan AI dalam manajemen risiko, tata kelola teknologi, hingga etika penggunaan AI.
Kolaborasi antara AAII, OJK, dan lembaga seperti PPATK membuka peluang besar untuk menghadirkan sistem GRC yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan
Kehadiran AAII dalam Forum GRC Pra RGS 2026 menandai semakin eratnya kolaborasi antara teknologi dan regulasi di Indonesia. Di tengah tuntutan transparansi dan kepatuhan yang semakin tinggi, pemanfaatan AI menjadi solusi strategis untuk membangun sistem keuangan yang lebih kuat dan terpercaya.
AAII pun siap mengambil peran sebagai mitra strategis dalam mendorong inovasi berbasis AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga berintegritas dan sesuai dengan regulasi nasional.
Baca Juga :




